Monday, 18 December, 2017 | KUMPULAN KISAH ORANG SUKSES & TIPS SUKSES |

Sukses Tidak Harus Mengandalkan Gelar Akademik


Mau Sukses Tidak Harus Mengandalkan Gelar AkademikGelar  akademik  bukan  menjadi  syarat  utama  bagi  seorang  usahawan.  Seorang  Wirausahawan  mengawali  bisnisnya  dari  nol  dan  tidak  membutuhkan  embel-embel  gelar,  melainkan  kualitas  diri  mereka  sendiri. Setinggi  apapun  gelar  akademis  seseorang  dalam  dunia  akademik  bukanlah  penjamin  seseorang  dapat  menggapai  kesuksesannya.  Buktinya banyak  lulusan  sarjana  yang  menganggur  dan  orang  yang  berpendidikan masuk  bui  karena  tindakan  korupsi.

Dalam  dunia  wirausaha  semuanya  dianggap  sama,  gelar  pendidikan dan  uang  bukanlah  penghalang  untuk  meraih  sukses.  Semua  orang  berkesempatan  sama  karena  kesuksesan  ditentukan  oleh  dirinya  sendiri,  bukan harta,  bukan  pula  gelar  pendidikan.

Belajar  dari  Pasangan  Pengusaha
Hari  dan  Ika  Wahono  telah  menuai  sukses  dengan  berbisnis  ayam bakar  (Ayam  Bakar  Ganthari)  yang  saat  ini  memiliki  13  cabang  dengan omzet  mendekati  1  miliar  setiap  bulannya.  Sebuah  angka  yang  fantastis yang  bisa  membuat  orang  mengeluarkan  air  liurnya. Mereka  adalah  salah  satu  contoh  orang yang tidak  mengandalkan  gelar sebagai  penunjang  kesuksesan  mereka.  Hari  seorang  lulusan  Jurusan  llmu Sosial  Universitas  Jember  dan  istrinya,  Ika,  adalah  seorang  lulusan  Jurusan Politik  Universitas  Jember.  Akan  tetapi,  mereka  tidak  menggunakan  gelarnya  untuk  memperoleh  pekerjaan,  melainkan  meniadakan  gelar  mereka dengan  membuka  usaha  dari  nol.

Usaha  mereka  dimulai  dengan  modal  uang  Rp  200.000,-  pada  1994 untuk  membeli  peralatan  memasak.  Keinginan  dari  Hari  dan  Ika  tersebut disebabkan  mereka  mampu  membuat  sebuah  rekomendasi  bisnis  yang saat  itu  belum  dilakukan  orang  di  daerah  yang  mereka  diami  sehingga muncul  keinginan  yang  besar  untuk  dapat  mengadakan  usaha  tersebut. Selain  itu,  mereka  mempunyai  power  yang  lebih  dengan  memiliki  konsep resep  makanan  yang  unik  yang  diperoleh  mereka  dari  keluarganya. Tidak  terbayangkan  oleh  seorang  Hari  dan  Ika  untuk  terjun  menjadi penjual  ayam  bakar,  karena  sewaktu  menjadi  mahasiswa  dulu  mereka berpikiran  dapat  bekerja  kepada  orang  lain  dengan  penghasilan  yang layak.

Akan  tetapi,  ternyata  mereka  membuat  keputusan  yang  benar,  meskipun  saat  itu  adalah  hal  yang  dilematis.  Di  mana  Hari  saat  itu  telah  bekerja menjadi  karyawan  yang  bergerak  dalam  bidang  kontraktor. Akan  tetapi  keputusan  yang  berani  dengan  konsep  yang  matanglah yang  membuat  mereka  sukses.  Usahanya  berjualan  ayam  bakar  mereka awali  dengan  membuka  warung  kecil  saja,  dengan  berjualan  ayam  bakar hanya  menghabiskan  6-7  ekor  ayam  saja,  dan  itu  pun  belum  tentu  habis. Kondisi  seperti  inilah  yang  membuat  mereka  berpikir  keras,  dan  kemudian menghasilkan  rekomendasi  atas  perbaikan  kualitas  makanan  dan  pelayanan  mereka  yang  disajikan  kepada  customer.

Hasil  pemikiran  dan  kerja  keras  mereka  yang  konsisten  serta  promosi usaha  mereka  yang  menarik  berbuah  manis  dan  tentunya  tidak  sia-sia.  Hal ini  ditunjukkan  dengan  peningkatan  produksi  yang  biasanya  hanya  berani memotong  6-7  ekor  ayam  saja,  waktu  itu  melonjak  naik,  bahkan  menjadi tempat  favorit  orang-orang  hingga  mereka  mampu  membuka  12  cabang Ayam  Bakar  Ganthari,  yang  setiap  harinya  membutuhkan  pasokan  hingga 700-800  ekor  ayam.  Bahkan  sekarang  usahanya  bukan  hanya  berada  di Jakarta  saja,  melainkan  telah  sampai  Pulau  Bali.

Sebuah  kisah  sukses  yang  luar  biasa  bukan?  Sebuah  bukti  bahwa gelar  tidaklah  menjamin  sukses  tidaknya  seseorang  karena  penentu  kesuksesan  adalah  diri  mereka  sendiri.  Jadi,  jika  hari  ini  ada  orang  yang  masih  mengagung-agungkan  gelar  pendidikan  dari  universitas  tempat  studinya,  maka  alangkah  lucu  tingkah  orang  tersebut. Sebagai  seorang  wirausahawan,  Anda  harus  bermental  baja  untuk tidak  gentar  terhadap  orang  lain  yang  bergelar  pendidikan  tinggi.  Semua
orang  diciptakan  sama,  yaitu  sama-sama  berkesempatan  sukses.  Akan tetapi,  penentu  akhir  sukses  tidaknya  seseorang  adalah  diri  mereka  sendiri.

Buktinya  banyak  orang  yang  bergelar  pendidikan  tinggi  mengalami kegagalan  dalam  hidupnya.  Hal  ini  disebabkan  mindset  mereka  membayangkan  setelah  lulus  dari  universitas  lalu  bekerja  di  perusahaan  atau instansi  pemerintah  dengan  gaji  yang  layak  untuk  hidup.  Sehingga  ketika keinginannya  tidak  tercapai,  mereka  menjadi  pengangguran.

Akan  tetapi,  berbeda  lagi  dengan  orang-orang yang  mau  menjadikan dirinya  sebagai  wirausahawan  yang  memberanikan  dirinya  untuk  membuka usaha  sendiri,  tanpa  berpikir  untuk  jadi  pegawai  di  perusahaan  atau  kantor orang  lain.  Bagi  mereka  lebih  baik  berkepala  di  badan  semut  dibandingkan berekor  pada  badan  gajah.  Walaupun  sekecil  apa  sebuah  usaha,  ia  adalah seorang  pemimpin.

Bob Sadino  Sukses Tidak Harus Mengandalkan Gelar AkademikBob  Sadino  (dalam  sebuah  acara  di  TV)  mengungkapkan  alasan mengapa  masyarakat  Indonesia  tertinggal  dengan  Singapura  yang  notabene  adalah  negara  kecil  dengan  penduduk  yang  sedikit?  Jawabannya adalah  karena  di  Singapura,  tingkat  wirausahanya  adalah  sebanyak  7%  dari jumlah  masyarakatnya,  sehingga  mereka  maju.  Akan  tetapi  di  Indonesia angka  wirausaha  hanya  0,18  %  saja,  maka  pantas  Indonesia  terpuruk perekonomiannya,  seandainya  wirausaha  Indonesia  meningkat  menjadi 2%  saja  dari  jumlah  penduduk  di  negara  Indonesia,  maka  perekonomian Indonesia  akan  stabil.

Tidakkah  Anda  merasa  khawatir  dan  tergerus  hati  Anda  melihat  kenyataan  tersebut?  Indonesia  adalah  negara  yang  kaya  dengan  sumber  daya alam  dan  baharinya,  serta  dengan  SDM  nya,  mengapa  menjadi  negara  yang “miskin”?  Ironisnya  dijajah  oleh  orang  luar  negeri  dalam  perekonomiannya, di  mana  masyarakat  Indonesia  menjadi  “pecundang”  di  negaranya  sendiri dengan  bekerja  kepada  orang-orang  pendatangdari  luar  negeri.

Jika  Anda  merasa  khawatir,  maka  bercita-citalah  menjadi  wirausahawan  untuk  meningkatkan  mobilitas  perekonomian  Indonesia.  Jangan  malah bercita-cita  menjadi  pegawai  yang  hanya  menunggu  kapan  ada  perusahaan atau  instansi  yang  buka  lowongan  pekerjaan  dengan  mencari  ke  sana  kemari  untuk  mendapatkan  informasi.  Sekarang  saatnya  Anda  berbenah dengan  bercita-cita  dan  mulai  bertindak  sebagai  seorang  Wirausahawan Sejati.

Copyright : kisah-sukses.info

Filed in: INSPIRASI HIDUP, TIPS SUKSES